Thursday, 16 January 2014


Dengan biaya sebesar US$400 juta, film ini ternyata tidak hanya memberikan sebuah efek 3D yang lumayan dan, tapi lebih dari itu, film ini berhasil melukiskan watak sekulerisme secara utuh yang diwakili oleh AS, dan politik luar negeri mereka yaitu imperialisme. Film ini juga dianggap sebagai “The Most Expensive Piece of Anti-American Propaganda Ever Made”. Film ini mencoba menggambarkan secara utuh, bahwa Kapitalisme sebagai sub-sistem yang paling menonjol dalam kapitalisme, adalah sebuah sistem yang bertahan dengan darah orang lain. Dan mencoba mengambil sudut pandang dari kenyataan yang sebenarnya, bukan dari sudut pandang yang selama ini memang dikuasai oleh AS dan sekutunya, selain itu isi dari film ini juga sarat kritikan atas kebijakan ‘War on Terror’, perang AS di Irak dan juga perilaku AS sebagai negeri yang sangat rusak.
James Camerooon, sutradara Avatar dengan jelas menyampaikan bahwa film ini memiliki keterkaitan dalam program ‘War on Terror’ dan perang Irak dan Afghanistan dalam salah satu wawancaranya:
“Kita telah mengambil keputusan yang mengorbankan ratusan bahkan ribuan nyawa penduduk Irak. Saya rasa orang-orang Amerika bahkan tidak tahu mengapa itu dilakukan. Jadi, film ini semata-mata untuk membuka mata anda.”
“Kita mengetahui bagaimana rasanya untuk meluncurkan rudal. tetapi kita tidak tahu bagaimana rasanya bila rudal itu mendarat di tanah dan rumah mereka, bukan di Amerika. Saya pikir harus ada tanggungjawab moral bagi kita untuk mengetahuinya”

Mengambil setting waktu pada tahun 2154, Avatar bercerita bagaimana kondisi bumi yang hancur karena perbuatan manusia, oleh karena itu sebuah perusahaan mengirimkan tentara AS ke suatu planet bernama Pandora, untuk mengambil Unobtanium, barang tambang yang bernilai $20.000.000/kg. Namun untuk mengeksploitasi unobtanium ini, perusahaan AS ini harus pertama-tama harus berurusan penduduk lokal yang tinggal di tempat itu.
Disinilah kita mendapati kesamaan dengan dunia nyata dan bagaimana politik luar negeri AS bekerja, sebagai manifestasi daripada kapitalisme yang diemban AS. Rusaknya bumi bisa disamakan dengan rusaknya dan habisnya lingkungan di AS sehingga mereka harus mencari tempat lain untuk dieksploitasi, dan semua ini adalah ‘ulah’ para pemilik modal atau “corporatocracy” bila kita mau meminjam istilah John Perkins dalam “Confessions of Economic Hitman”.
Unobtanium sendiri bisa diartikan sebagai minyak bumi ataupun kepentingan lainnya. Dan tentu saja penduduk lokal ini bisa kita artikan dengan kaum muslim yang selama ini menjadi sasaran dunia barat (baca: AS) dikarenakan kaya-nya tanah kaum muslimin. dan Pandora adalah tanah kaum muslim.
Politik luar negeri suatu negara pasti akan terpancar dari ideologi yang diembannya, dan ideologi AS adalah kapitalisme dan metode penyebarannya adalah dengan imperialisme, dah hal ini sekaligus menjadi politik luar negeri AS. Dan berikut adalah kerangka politik luar negeri AS yang dapat kita lihat dalam film Avatar.
Pertama. Bila AS menginginkan sumber daya di suatu daerah, maka pertama-tama AS akan menurunkan orang-orang dengan misi ‘persahabatan-kerjasama-bantuan’ dalam bidang pendidikan, budaya, supaya bangsa lokal menjadi berfikir seperti AS.
Selfridge (Bos perusahaan gila duit) kepada Dr. Augustine (peneliti yang dimanfaatin):
“Look you’re supposed to be winning the hearts and minds of the natives. Isn’t that the whole point of your little puppet show? If you walk like them, you talk like them they’ll trust you. We build them a school, teach them English!”
“Perhatikan, kau seharusnya mengambil hati dan pikiran penduduk lokal. Bukankah itu inti daripada penyamaran kecilmu itu? Bila kau berjalan seperti mereka, bicara seperti mereka, mereka akan mempercayaimu. Kita bangunkan mereka sekolah, kita ajarkan bahasa Inggris!”
Cara Amerika dan negara kapitalisnya selalu sama, menyembunyikan kejahatan mereka dengan topeng bala bantuan, pembebasan dari tirani, menginstall demokrasi, bangun sekolah, bantu pesantren. Pokoknya asal mereka terlihat ‘bersahabat’ dan membantu. Padahal tak ada pedagang yang datang dengan modal kosong. Penjarahan suatu negeri adalah tujuan mereka.
Kedua. Bila cara ini tidak mampu, maka mereka akan mengirimkan pasukan infiltrasi dan intelijen untuk mengetahui bagaimana potensi, kekuatan, kelemahan, dan bagian-bagian penting pada penduduk lokal yang seterusnya akan dianalisis, siap-siap jikalau penduduk lokal tidak mau kerjasama. Info lebih lengkap boleh baca di “Confessions of Economic Hitman”nya John Perkins.
Col. Quaritch (kayak Bush dan Obama, sama-sama gila perang) kepada Jake Sully (ceritanya dia jadi hero):
“Look, Sully, I want you to learn this savages from the inside, I want you to gain their trust. I need to know how to force their cooperation or hammer them hard if they won’t”
“Perhatikan, Sully, aku ingin kau pelajari orang-orang liar ini dari dalamnya, aku mau kau mendapat kepercayaan mereka. Aku perlu tahu bagaimana memaksa mereka agar mau bekerjasama atau menyerang mereka dengan keras bila mereka tidak mau bekerjasama”
Selfridge kepada Jake Sully (pas mau infiltrasi dan ng-intelin penduduk lokal):
“Killing the indigenous looks bad, but there’s one thing shareholders hate more than bad press; and that’s a bad quarterly statement. Look, I don’t make the rules. Find me a carrot to get them to move, or it’s going to have to be all stick.
“Membunuh para pribumi memang terlihat jahat, namun ada yang lebih dibenci oleh para pemilik modal daripada berita jelek; dan itu adalah laporan keuangan 3 bulanan yang jelek. Lihat, bukan aku yang membuat aturannya. Carikan aku ‘wortel’ (suap) yang bisa membuat mereka hengkang dari tanah mereja, atau mereka tidak akan mendapatkan kecuali ‘tongkat’ (perang)
Begitulah kenyataan yang selalu terjadi. Bangsa barat semenjak mengambil kapitalisme, telah menjadi bangsa pembunuh paling besar. Dalam bukunya ‘American Holocaust’, David Stannard menyampaikan ada 100.000.0000 penduduk pribumi Indian yang terbunuh agar Amerika bisa menguasai benua itu.
Ini pun menegaskan politik Amerika “stick and carrot”. Sebagaimana pidato Bush Jr. pasca 9/11 “are you with us or against us?” – so you want stick or carrot, begitu kiranya.
Ketiga. Nah, kalo penduduk lokal nggak mau menyerah dan tertipu oleh penjajahan politik dan budaya, maka akan dibuat opini negatif dan buruk serta mengerikan tentang bangsa lokal tersebut, lalu segera diturunkan serigala-serigala militer yang siap menghancurkan apapun yang seolah-olah untuk kepentingan yang lebih luas, seolah-olah militer itu adalah bagian yang baik dan sedang memerangi kejahatan, tapi sebenarnya untuk mendapatkan yang diinginkan oleh pemilik modal ‘corporatocracy’ tersebut.
Jake Sully (mengomentari tindakan invasi militer):
“This is how it’s done. When people are sitting on shit that you want, you make them your enemy. Then you’re justified in taking it!”
“Beginilah sederhananya. Bila ada orang-orang yang duduk diatas benda yang kau inginkan, maka kau jadikan mereka sebagai musuh. Lalu dengannya kau membenarkan diri untuk meramoknya dari mereka!”
Apa yang perlu dibuktikan kembali? Semua penentang Amerika dinamakan musuh, teroris, potensi teroris, atau radikal. Setiap wilayah yang ada didalamnya sumberdaya yang diinginkan Amerika, pasti akan ada konflik disana, dan Amerika bisa melenggang masuk atas nama “war on terrorism”
Inilah politik amerika yang dipakai untuk seluruh kaum muslim di dunia. Bedanya, Irak, Afghanistan dan Palestina sudah sampai pada tahap ketiga, sedangkan Indonesia dan penduduknya masih tertipu pada tahap pertama dan kedua. Kita bisa lihat bagaimana banyak tokoh Indonesia membanggakan barat dan AS dan membela AS habis-habisan padahal nyata AS memerangi ummat muslim dan menjadikan Islam sebagai musuh dalam kebijakan-kebijakannya.
Coba pikir baik-baik.
Ketika penduduk AS sendiri sudah paham bahwa tidak ada perbedaan antara Obama dan Bush tentang keduanya maniak perang, ternyata tokoh muslim di Indonesia masih banyak yang membelanya bahkan menghormatinya.
Ketika analis AS telah menyampaikan bahwa ‘War on Teror’ dan 911 adalah rekayasa AS untuk mendapatkan justifikasi menjajah bangsa lain, ternyata cendekiawan muslim di Indonesia malah membela AS dan menunjuk ummat satu agama dengan mereka sebagai teroris.
Ketika dunia mengutuk kekejaman AS membantai lebih dari 1.000.000 rakyat sipil Irak dan mengutuk atas seluruh kekejama perang AS di Vietnam, Afghanistan dan lainnya, Indonesia malah memuji AS dan pemimpinnya mengatakan “I love US with all it faults, I’ll consider it my second country”.
Jadi negara macam apa yang nggak punya jatidiri semacam ini?, Ummat macam apa yang ternyata lebih memilih aturan penjajah-nya daripada aturan Tuhan tempatnya kembali?
I Do Love this Land of Indonesia, so that I’ll United it for sure Under Khilafah Islamiyyah!
Felix Siauw

Sunday, 8 December 2013

JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam sepekan sudah dua kali Tokoh Betawi ini berkomentar atas buruknya kinerja Jokowi Ahok. Adalah Ridwan Saidi tokoh Betawi yang sebelumnya menyatakan dalam dialog publik di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (03/12), bahwa kepemimpinan Jokowi-Ahok telah membinasakan orang miskin, bukan membinasakan kemiskinan.

Berselang tiga hari, Ridwan Saidi kembali menegaskan dalam diskusi antikorupsi yang digelar di Jakarta, Jum’at (06/12) yang menyatakan bahwa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Wagub Basuki Tjahaja Purnama tidak akan bertahan sampai dua tahun.
Jokowi akan dilengserkan karena gagal memimpin Jakarta. Hal ini karena kinerja Jokowi-Ahok sangat berantakan dan tidak ada pekerjaan positif yang dilakukan. “Lebih buruk dan lebih hancur dalam sejarah Indonesia. Acak-acakan Jakarta, warga Jakarta jangan tertipu dengan pencitraan Jokowi.” kata Ridwan.
Ridwan juga meminta agar warga Jakarta tidak  tertipu dengan pencitraan Jokowi. Seperti di ketahui secara umum, Jokowi dikendalikan Mafia Cina dan agen spin doctor JASMEV untuk penggelembungan opini dari sebuah gedung di Lippo Karawaci.
MRT (mass rapid transit) bakal acak-acakan, Waduk Pluit acak-acakan. Enggak ada perbaikan dari dia, makin hancur di tangan dia,” kata Ridwan.
Tokoh masyarakat Betawi itu menyebut sejumlah bukti, bahwa Jokowi-Ahok telah membinasakan orang miskin. Yakni, pemindahan paksa pedagang Blok C Pasar Tanah Abang, pengelolaan kawasan Jakarta Industry Estate Pulogadung (JIEP), dan lahan Taman BMW. [intel/hudzaifah/voa-islam.com]

Monday, 11 November 2013


Beberapa poin yang menunjukan mengapa kita terkesan memberikan negara kita untuk disadap. 

Pertama, coba kita lihat keberadaan kantor kedutaan besar AS jika ditarik lurus ke istana negara jaraknya hanya sekitar 500 meter. Tak jauh disamping kirinya ada kantor Balai Kota DKI Jakarta atau Gubernuran tempat Jokowi bertugas. Apakah ini tidak memberikan ruang untuk melakukan penyadapan rapat-rapat penting negara yang dilakukan di istana negara? Secepatnya kantor kedubes AS harus dipindah yang berjarak jauh dari kantor lembaga-lembaga negara.

Kedua, selama ini Badan Intelijen Negara hanya sering digunakan untuk memata-matai rakyat yang dianggap kontra dan mengganggu kebijakan pemerintahan SBY. Sehingga BIN kita mandul melakukan penangkalan terhadap operasi intelijen negara lain dan kita nyaris tidak mendengar capaian capain BIN dalam melakukan operasi pengamanan negara, seperti yang dilakukan oleh badan intelijen negara lain. BIN hanya bangga melakukan jumpa pers tentang penanganan dan penangkapan terhadap aksi-aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM. Soal penyadapan, itu NSA diminta pihak Australia untuk memantau soal uang. Karena Australia gusar mata uangnya sedang keropos.Kenapa yang disadap Indonesia? Iya tahu sendiri pemilik jaminan terbesar alat tukar (Mata Uang) seluruh dunia itu 
Bangsa Indonesia

Ketiga, lanjutnya, pemerintah dan DPR tidak pernah memikirkan membuat aturan hukum UU yang tegas sebagi acuan petugas atau aparat negara dalam memproteksi keamanan negara dari ancaman kegiatan spionase termasuk penyadapan dan sanksi bagi kegiatan spionase yg dilakukan negara lain di Indonesia.
SBY tidak akan berani menyatakan protes keras kepada AS maupun Australia. Coba kita kembali mengingat pidato SBY pada tahun 2004 setelah 2 jam pelantikan dirinya sebagai presiden dia berkata dlm bahasa inggris yg kira-kira menyatakan Indonesia is my first Country, and USA is my 2nd country. [voa-islam.com]

Friday, 25 October 2013

ketika Allah mewajibkan mu menutup aurat, maka itulah yang membuatmu Cantik
Jika Allah Perintahkan pake hijab dari ujung rambut sampai ujung kaki,
mk itulah yang mmbuatmu Aman

bukankah yang datang dari Allah itu selalu yang terbaik (Q.s Al-Baqarah : 216)
Wanita itu ibaratnya mawar, mawar akan terlihat indah, cantik,
dan aman dari gangguan jika mawar punya duri |
dan wanita akan lbih cantik, dan aman dengan hijabnya |

mawar melindungi dirinya dari #duri, sedangkan 
muslimah melindungi dirinya dari #Hijab

Wednesday, 31 July 2013

Pemuda indonesia bangun jam 2 subuh buat nonton bola
pemuda palestine
 bangun jam 2 subuh buat sholat tahajud

Pagi ini pemuda Indonesia masih meringkuk dikaasurnya 
yang hangat hingga pukul 10.00 pagi. 
"Malas ah, hari libur ini".
Pagi ini pemuda Palestina sama sekali belum memejamkan mata berhari2,
 mereka berjaga dari serangan Israel ke Palestina setiap malam hari.

Pemuda Indonesia sarapan, "ah, tempe,telor lagi. Bosen tauk!". Terus gak jadi makan.
Pemuda Palestina memilih untuk berpuasa. Israel masih menutup jalur masuknya bantuan pangan.

Pemuda Indonesia ditanya ibunya,"mau kemana Nak?". 
Dijawabnya, "alaah, mamah mau tau aja urusan anak muda!".
Pemuda Palestina mencium tangan ibunya, meminta restu dan doanya 
untuk pergi berjihad di jalan Allah hari ini...

Pemuda Indonesia menyanyikan lagu2 cinta & galau band populer
Pemuda Palestina tak henti-hentinya berdoa dan mengulang hafalan Quran. 
Bekal utama menghadang tentara Israel.

Pemuda Indonesia, "gw benci keluarga gw! Kenapa gw harus dilahirkan dalam keadaan seperti ini".
Pemuda Palestina memeluki jasad bapak, ibu dan adiknya yang berlumuran darah.
Mereka tak lagi bernyawa terkena serangan udara Israel.

Pemuda Indonesia berantem keroyokan bawa ring dan samurai.
Pemuda Palestina seorang diri menghadang tank Israel dengan sebongkah batu.

Pemuda Indonesia sibuk main video game atau nonton DVD dg home theater yg dahsyat. 
Hapal semua pemain filmnya atau lagu2 yg lagi nge-hit.
Pemuda Palestina tdk bisa main game karena tdk punya & sibuk membuka Al- Quran, 
menghapalnya, karena Al-Quran lah bacaan yg paling mudah di dapat disekitar mereka.

Pemuda Indonesia menghabiskan uang orangtuanya di kafe, restoran, salon, 
mall dan club mewah,  sampe pagi!...
Pemuda Palestine menatap puing-puing rumahnya yang hancur berantakan.
 Harta bendanya berubah menjadi abu...



1. Berikan tugas kepada Mahasiswa secara Berangsur //
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan ).”
( QS. 84:19)// Membina / medidik orang lain berrti mmberi
pemahaman tentang sesuatu secara berangsur//

2. Jangan memberikan tugas terlalau banyak//
“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya...”(QS. 2:286)//
tidak semua mahasiswa memiliki kmampuan memikul beban tugas yang sama.//
Ada mahasiswa yang diberi tugas yang banyak tapi ia mampu menyelesaikannya//

3. Beri Tugas Secara Adill...
Dan janganlah sekali – kali kebencianmu terhadap suatu kaum,
mendorong kamu untuk tidak berlaku adil.
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.”
(QS. 5:8)
Adil disini adalah memberi tugas sesuai kemampuan mahasiswa//
dll...

ditulis saat "Tugas lagi numpuk di data D"..:)

Friday, 4 January 2013

“Tidak halal seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari, barang siapa memutuskan lebih dari tiga hari dan meninggal maka ia masuk neraka”  (HR Abu Dawud)

“Barangsiapa memutus hubungan dengan saudaranya selama setahun maka ia seperti mengalirkan darahnya (membunuhnya) “ (HR Al Bukhari)

“semua amal manusia diperlihatkan (kepada Allah) pada setiap Jum’at (setiap pekan) dua kali; hari senin dan hari kamis. Maka setiap hamba yang beriman diampuni (dosanya) kecuali hamba yang di antara dirinya dengan saudaranya ada permusuhan. Difirmankan kepada malaikat :” tinggalkanlah atau tangguhkanlah (pengampunan untuk) dua orang ini sehingga keduanya kembali berdamai” (HR Muslim )

“Tidak halal bagi seorang laki-laki memutuskan hubungan saudaranya lebih dari tiga malam. Saling berpapasan tapi yang ini memalingkan muka dan yang itu (juga) membuang muka. Yang terbaik di antara keduanya yaitu yang memulai salam” (HR Bukhari)  


Unordered List

Powered by Blogger.

mouse

Allah

Followers

Popular Posts

Recent Posts

Text Widget